- Tutorial Instalasi Dev-C++ dan OpenGL : Download Disini!
Minggu, 20 Oktober 2013
OPEN GL
Jumat, 18 Oktober 2013
Pilihan Kata Diksi
Vicky Prasetyo, lelaki berwajah tampan yang kabarnya berpendidikan S-3 dari Amerika Serikat, yang ramai diberitakan pers karena diduga menipu beberapa perempuan, berbicara kepada wartawan dengan gaya bahasa antah berantah. Kalimat-kalimatnya sukar untuk dipahami. Pilihan kata-katanya bikin kepala puyeng. Aku mau muntah mendengar diksi yang terucap dari mulut Vicky yang berlagak cendekia itu.
Inilah kutipan kata-kata Vicky pada wawancara tersebut:
"Di usiaku saat ini, twenty nine my age, aku tetap masih merindukan apresiasi. Karena, basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran, ya."
"Kita belajar, apa, ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang kita menjadi keinginan."
"Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident."
"Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik, dan aku sangat bangga."
Perhatikanlah kata-kata yang kutandai dengan huruf miring ala gaya bahasa tingkat tinggi Vicky Prasetyo:
· Kontroversi hati : Gejolak/masalah dalam hati
· Konspirasi Kemakmuran : Berorientasi pada kemakmuran
· Harmonisasi : Kecocokan
· Mengkudeta : Memaksakan
· Statusisasi Kemakmuran : Kesejahteraan
· Labil Ekonomi : Keadaan Ekonomi
Minggu, 13 Oktober 2013
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Kutipan berita dari : http://news.detik.com/read/2013/09/06/104001/2350942/1513/kevin-rudd-bahas-politik-sambil-bikin-kue
Menu yang disiapkan Kevin dan Jessica adalah chocolate slice, yang memang 'nyambung' dengan acara minum teh tersebut. Selain itu, Kevin juga membantu Annabel menyiapkan kue Kevlova.
Pelbagai isu menjadi topik pembicaraan selama acara yang berlangsung sekitar 35 menit itu. Mulai dari cerita tentang keluarga, termasuk anjing peliharaan Kevin yang secara bercanda ia sebut, "Ini satu-satunya yang mengikuti semua apa yang saya katakan".
Juga dibahas bagaimana ia menghadapi saat-saat sulit ketika kehilangan kursi perdana menteri tahun 2010, dan mengapa Kevin tetap setia kepada Partai Buruh hingga saat ini.
Kata Pelbagai pada artikel di atas seharusnya menggunakan kata Berbagai. Karena Pelbagai bukanlah kata yang baku.
Jumat, 04 Oktober 2013
Ragam Bahasa dan Pentingnya Berbahasa yang Baik dan Benar dalam Sistem Informasi
Ragam Bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
- Ragam lisan yang antara lain meliputi:
v Ragam bahasa cakapan
v Ragam bahasa pidato
v Ragam bahasa kuliah
v Ragam bahasa panggung
- Ragam tulis yang antara lain meliputi:
v Ragam bahasa teknis
v Ragam bahasa undang-undang
v Ragam bahasa catatan
v Ragam bahasa surat
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
- Ragam bahasa resmi
- Ragam bahasa akrab
- Ragam bahasa agak resmi
- Ragam bahasa santai
- dan sebagainya
Pentingnya Menggunakan Bahasa Yang Baik dan Benar Dalam Dunia Sistem Informasi.
Mengapa penting bagi kita untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam dunia Sistem Informasi? Karena Bahasa berguna sebagai Alat Komunikasi. Komunikasi adalah tahapan lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi pun tidak akan sempurna jika orang yang menangkap komunikasi kita tidak mengerti apa yang kita sampaikan. Maka dari itu Menggunakan bahasa yang baik sangat penting Karena dari tata cara bahasa seseorang kita dapat menilai kecerdasan orang tersebut.
Apabila bahasa yang digunakan baik dan benar maka bagi pendengar tentunya lebih mudah dipahami. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Karena fungsi bahasa adalah untuk menyampaikan informasi ke pada orang lain agar orang yang kita beri informasi tersebut mengerti dan paham.
Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan.
Kemudian dalam era tahun ini yang semakin lama teknologi semakin canggih sangat di butuhkan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam dunia sistem infromasi agar tidak terjadi kesalahan dalam menerima sebuah informasi. Untuk itu, dalam Sistem Informasi, diperlukan penerapan bahasa yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan.
Rabu, 25 September 2013
Bahasa Indonesia - ESAI
ESAI
A. Pengertian Esai
Esai sering juga disebut artikel, tulisan, atau komposisi. Dalam arti yang lebih luas, esai juga dipahami sebagai sebuah karangan. Secara umum, esai didefinisikan sebagai sebuah karangan singkat yang berisi pendapat atau argumen penulis tentang suatu topik. Biasanya, seseorang menulis esai karena ia ingin memberikan pendapat terhadap suatu persoalan atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Penulis esai, atau sering disebut esais, dapat juga mengupas suatu topik atau persoalan dan memberikan tanggapan dan pendapatnya atas topiik atau persoalan yang dibahasnya.
B. Ciri-ciri Esai
· Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
· Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
· Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
· Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
· Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
· Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
C. Bagian-bagian Esai
§ Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
§ Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
§ Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
D. Langkah-langkah Pembuatan Esai
1. Menentukan tema atau topic
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Sumber:
http://www.menulisesai.com/2012/09/apa-itu-artikel.html
http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Esai
Esai
Nama saya Mikael Alfino, kelahiran Jakarta 18 Februari 1993. Saya memiliki 2 orang saudara, yaitu 1 kakak perempuan dan 1 adik laki-laki. Saya bertempat tinggal di Jatiasih, Bekasi. Saat ini saya sedang menjalani perkuliahan di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi.
Saya terlahir di keluarga yang sederhana, namun mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ayah saya seorang pegawai di salah satu instansi pemeritahan, dan ibu saya seorang guru di salah satu SD swasta di Bekasi. Kakak saya adalah sarjana dari Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) pada jurusan administrasi perkantoran tahun 2013. Adik saya seorang siswa di SMAN 6 Bekasi. Saya menjalani pendidikan Sekolah Dasar di SDN Jatirasa 3, lalu kemudian melanjutkan SMP di SMPN 9 Bekasi, setelah itu saya melanjutkan ke SMKN 1 Bekasi, namun saya hanya 1 tahun bersekolah di SMKN1 Bekasi, selanjutnya saya melanjutkan SMA di SMAN 6 Bekasi hingga lulus tahun 2010. Secara akademis, saya bukan lah seorang yang pintar dan berprestasi, saya cenderung melawan terhadap peraturan yang ada, tetapi orang tua dan teman-teman dekat saya menilai saya bukan orang yang bodoh. Saya memiliki beberapa hobi yang sampai saat ini masih terus saya jalani, diantaranya adalah musik, saya memiliki hobi music sejak saat saya bersekolah di SMP, saya mulai belahar bermain gitar bersama teman-teman, setelah mahir bermain gitar, saya mencoba mempelajari alat musik lain yaitu Bass. Saya bersama teman-teman membentuk sebuah grup band beraliran pop-jazz dimana saya menjadi pemain bass, band tersebut berjalan selama 3 tahun dengan beberapa kali berganti personil hingga akhirnya bubar karena kesibukan masing-masing anggota. Selain hobi bermusik, saya juga hobi mengutak-atik komputer, sebenarnya bukan hanya komputer yang saya sering utak-atik, juga benda-benda lain seperti mainan dan sebagainya. Saya mempelajari perangkat keras komputer sejak saya SMK. Selain musik dan komputer, saya juga menyukai bidang desain, saya tidak terlalu mahir dalam bidang desain, hanya beberapa software desain yang saya kuasai seperti software milik Adobe yaitu Photoshop, Illustrator atau CorelDraw. Meskipun saya seorang mahasiswa system informasi, saya tidak menyukai pemrograman, itulah mengapa nilai akademis saya tidak bagus. Saya juga sangat suka mengoleksi minatur mobil dari berbagai skala dan merek, yang paling saya suka koleksi adalah miniature mobil dari produsen hotwheels. Sudah banyak sekali mobil hotwheels yang saya koleksi hingga sekarang, hobi saya yang satu ini sudah saya jalani ketika saya lulus SMA, mengoleksi miniature mobil seperti menimbun investasi, karena miniature yang langka atau diproduksi secara terbatas akan naik harga jual nya di kemudian hari, saya pun sudah cukup mendapat keuntungan dari mengoleksi miniature mobil ini, saya bergabung dengan komunitas pecinta miniature untuk berbagi pengalaman atau kadang bertukar koleksi untuk saling melengkapi koleksi.
Rabu, 12 Juni 2013
Perilaku dan Kepuasan Konsumen
Pengertian Perilaku
Konsumen.
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk
(2000) adalah “Consumer behavior can be defined as
the behavior that customer display in searching for, purchasing, using,
evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy
they needs”. Pengertian tersebut berarti
perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau
ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan
kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer
behavior may be defined as the decision process and physical activity
individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods
and services”. Dapat dijelaskan
perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan
fisik individu-individu
yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan
Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the
decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan
tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. Jadi, konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa
yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,
orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal? Bagaimana mengetahui perilaku konsumen secara keseluruhan? Berikut akan diberikan
sedikit teori menurut ilmu ekonomi
tentang pertanyaan-pertanyaan
di atas.
Pendekatan Perilaku
Konsumen.
Pendekatan untuk
mempelajari tingkah laku konsumen ada
2, yaitu pendekatan
marginal utility (cardinal) dan pendekatan
indifference curve (ordinal).
Berikut sedikit penjelasan tentang pendekan-pendekatan tersebut.
a)
Pendekatan Marginal Utiliti.
Pendekatan Marginal Utility atau pendekatan kardinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu
satuan, misalnya uang.
Marginal utility adalah tambahan atau pengurangan
kepuasan sebagai akibat dari pertambahan
atau pengurangan satu unit barang tertntu. Dalam pendekatan ini digunakan anggapan sebagai berikut:
Utility
bisa diukur dengan uang.
Hukum Gossen (The
Law of Diminishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa "Semakin banyak sesuatu barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan tambahan
yang dikonsumsi akan menurun". Konsumen berusaha memaksimumkan
kepuasan.
b) Pendekatan
Indifference Curve (Ordinal).
Pendekatan Indifference Curve atau pendekatan ordinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan
lebih tinggi atau lebih rendah. Anggapan dalam pendekatan ordinal sebagai berikut:
· Konsumen mempunyai pola preferensi akan
barang-barang tertentu.
· Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
· Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.
Ciri-ciri
Indifference Curve sebagai berikut:
· Turun dari kiri atas
ke kanan bawah.
· Cembung ke arah origin.
· Indifference Curve yang satu dengan lainnya
tidak pernah saling memotong.
· Indifference Curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukan
tingkat keupasan yang lebih tinggi dan
sebaliknya.
Konsep
Elastisitas.
Elastisitas adalah
ukuran derajad kepekaan jumlah permintaan terhadap peubahan salah satu faktor yang mempengaruhi.
Jika elastisitas lebih besar dari
satu maka disebut elastis, sedangkan elastisitas kurang dari satu
maka disebut inelastis, dan jika elastisitas lebih sama
dengan satu maka disebut elastisitas
tunggal.
A. Harga.
Atau bisa
disebut juga dengan price elasricity (elastisitas harga) adalah persentase (%) perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga ini penting bagi penjual,
sebab ada hubungan antar perubahan harga dengan tingkat penjualan. Dalam menghitung koefisien elastisitas harga ada dua cara, yaitu: arc elasticity
(elastisitas busur) dan point elasticity (elastisitas
titik).
B. Silang.
Atau bisa disebut sebagai cross elasticity
(elastsitas silang) adalah persentase (%) perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatau barang sebagai akibat dari perubahan harga barang lain.
C. Pendapatan.
Atau bisa
disebut juga dengan income elasricity (elastisitas pendapatan) adalah persentase (%) perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.